Jumat, 29 September 2017

Ketidakrelaan

Disudut kamar berantakan
Tanganku bergerak
Dengan secangkir kopi panas ditangan
Baris demi baris kalimat menyeruak

Ia membentuk puisi
Tentang diriku
Yang masih menangisi
Keangkuhanmu

Puisiku kini berganti
Dengan tangkupan tangan didahi
Dalam hati ia berucap tak henti-henti

Mengharapkanmu kembali

Bali, 29 oktober 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar